Sumatera Utara masih memerlukan lebih banyak tenaga bidan untuk ditempatkan di desa-desa. Karenanya bidan tidak diizinkan mengisi lapangan kerja di luar negeri.
Sumatera Utara masih memerlukan lebih banyak tenaga bidan untuk ditempatkan di desa-desa. Karenanya bidan tidak diizinkan mengisi lapangan kerja di luar negeri.
Kepala Seksi Pendidikan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Dra Hj. Lily Damiyanti, M.Kes, mengatakan itu, Kamis (6/3). Dihadapan 176 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) dan Akademi Kebidanan (Akbid) Harapan Mama, dia menyampaikan pidato mengawakil Kadis Kesehatan. Hari itu tengah diadakan acara Capping Day (pemasangan topi perawat) Tahun Ajaran 2007/2008.
Disebutkan Lily Damiyanti, bidan sebagai garda terdepan tenaga medis untuk ditempatkan di desa-desa, khususnya wilayah pedesaan terpencil. Sampai saat ini jumlah bidan masih sangat sedikit. Karenanya pemerintah tidak memberi izin bidan bekerja diluar negeri.
Kepada mahasiswa Akper dan Akbid, Lily Damiyanti, minta agar tidak bersikap komersial dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya keluarga miskin.
Dia juga minta para mahasiswa Akper maupun Akbid dapat memanfaatkan lahan praktek sebagai tempat mengembangkan kemampuan klinik. Itu merupakan manifestasi dari keterpaduan kemampuan nalar secara ilmiah, kemampuan psikomotor dan sikap yang pantas dilakukan oleh mahasiswa Akper dan Akbid.
Kata Lily, keberhasilan pelaksanaan pembelajaran praktek di lahan praktek sangat ditentukan oleh kemampuan ketrampilan intelektual, interpersonal dan psikomotor dari para instruktur klinik yang membimbing praktek mahasiswa di lapangan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Akbid dan Akper Harapan Mama H. Faisal, pihaknya telah banyak meluluskan perawat dan bidan terampil dan berprestasi.
Pada Capping Day ini juga diumumkan beberapa orang mahasiswa beprestasi. Dari Akper yakni Ali Wahyudi Matondang (IP 3,56), Julianti (3,53), Sri Fransisca (3,46). Sedangkan ari Akbid yakni Efriani Ulpah Lubis (IP 3,88), Nurlaila Sinamo (3,84) dan Irma Yana (3,73). (m29) (ags |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar